apalah arti sebuah nama..??

Pasti pernah mendengar ungkapan seperti judul diatas.. Yah, quote shakespeare tersebut memang sangat terkenal. Saya yakin Shakespeare pasti punya maksud lain dengan ‘quote’nya tersebut, bukan sekedar arti dari kata-katanya secara harfiah. Sesuatu yang bermakna filosofis. Saya yakin, semua orang termasuk Shakespeare sendiri setuju jika sebuah nama memiliki arti yang dalam. Nama seseorang khususnya..

Nama berarti sebuah doa, doa yang diharapkan oleh orang tua untuk terjadi pada anak-anaknya. Dengan demikian, sebuah nama yang diberikan orang tua pasti mengandung arti yang baik, nama pilihan yang telah dipikirkan matang-matang. Seperti nama yang diberikan orang tua tercinta untuk saya, “Astri Anindya Sari”, diambil dari bahasa kawi-jawa kuno, yang kalau tidak salah artinya ‘anak perempuan yang tanpa cela’. Hmmm… sungguh tinggi harapan kedua orang tua saya melalui nama tersebut. Walaupun hasilnya, hehehe.. sudah jelas tidak bisa dibilang bahwa saya adalah seseorang yang tanpa cela. Maafkan anakmu ini Bu.. Pak... :p

Coba bayangkan saja apabila manusia dimuka bumi ini-yang jumlahnya tentu tidak bisa dihitung dengan jari --walaupun sudah menggunakan jari tangan dan kaki orang sekampung-- tidak ada yang punya nama… Pasti kita akan kebingungan dalam menandai seseorang. Saya bayangkan mungkin akan ada pembicaraan, “Si itu kan lagi pergi sama “Si Anu…” dan semua orang akan saling memanggil, “Eh.. eh..” Aduuhhh pasti pusing dan membingungkan.. Belum lagi misalnya apabila ada pertanyaan, “Eh, tau ngga si itu yang kemarin…” Mungkin otak kita akan susah mendeteksi, “si itu yang mana??” karena akan sangat banyak si Itu-dan-Anu yang berseliweran di kepala kita. Itu baru nama orang, belum lagi nama benda, tempat, buah, dan apapun yang ada di dunia ini sangat penting untuk memiliki sebuah nama.

Salah satu fungsi nama yang pasti telah dirasakan adalah sebagai penanda. Untuk menandai keberadaan makhluk hidup, benda, atau lainnya. Dengan mendengar nama seseorang, maka pikiran kita bisa langsung terbayang orang yang dimaksud. Nama juga menjadi simbol eksistensi. Terkadang seseorang mengganti namanya karena nama asli pemberian orang tua ia anggap kurang bagus, kurang modern, kuno, atau alasan-alasan lain. Fenomena inilah yang banyak terjadi pada artis-artis negeri ini. Mengganti nama asli yang dianggap ndeso, atau kurang komersil menjadi nama lain—yang walaupun terdengar aneh dan tidak lazim—menurut mereka justru unik, komersil dan membanggakan. Terserahlah.. semua orang punya hak untuk melakukan apapun yang ia anggap baik pada dirinya.

Menanggapi fakta tersebut saya bersyukur dan menghargai bahwa orang tua saya telah memberikan nama yang indah, yang membuat bangga sehingga saya tidak perlu repot-repot mencari nama lain untuk menggantikan nama saya. Sedikit curhat, sebenarnya ada masalah ‘kecil’ yang saya rasakan berkaitan dengan nama. Masalah itu adalah perbedaan antara nama lengkap dan panggilan. Pada umumnya, nama panggilan seseorang diambil dari penggalan nama panjangnya. Namun hal itu tidak berlaku bagi saya, dimana nama panggilan saya berbeda 180o dari nama panjang. Celakanya lagi, nama panggilan ‘tidak resmi’ itu telah beredar luas di sekolah, kampus, sampai kantor lama saya. Bodohnya, saya sendiri yang memperkenalkan diri dengan nama itu.. hehehe.. Bingung juga sebenarnya ketika pertama berkenalan dengan seseorang, akan menyebut nama ‘resmi’ atau ‘tidak resmi’ . Tapi dengan pertimbangan nama ‘tidak resmi’ saya telah lebih dahulu ngetop dan memang lebih mudah penyebutannya, akhirnya saya memperkenalkan diri dengan nama itu. Hal yang sedikit menyebalkan adalah ketika akhirnya orang-orang mengetahui nama asli saya mereka akan bertanya, “Lho, namanya Astri kok panggilannya Tita??” Yaaaahhh… sangat wajar sebenarnya pertanyaan itu, namun masalahnya saya sendiri juga susah menjelaskan dengan masuk akal korelasi antara nama “Astri Anindya Sari” dengan “Tita” yang seperti sudah saya sebutkan diatas, bedanya 180o. Sebelnya lagi dengan keadaan itu, orang-orang jadi tidak familiar dengan nama asli saya. Padahal nama asli tersebutlah yang secara resmi selalu saya gunakan dalam lamaran pekerjaan, memberi nama dalam tugas, dan tulisan yang saya buat. Banyak orang yang masih menyangka bahwa Astri dan Tita adalah dua orang yang berbeda. Lelah dengan keadaan tersebut, akhirnya setelah tiba di kota Bandung untuk melanjutkan studi, saya putuskan menggunakan nama “Astri” sebagai nama panggilan juga. Resep yang cukup jitu ternyata…

Anyway, sebenarnya inti tulisan ini adalah bahwa “Astri Anindya Sari” dan “tita” adalah orang yang sama… :D

0 comments:

Poskan Komentar